Gelar Konferensi Pers PB SEMMI Hadirkan Sapta Muda, Hindari Pelemahan Polri dan KPK

INDONESIASATU.CO.ID:

JAKARTA, - Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) menggelar konferensi pers menyikapi tuduhan terhadap kasus tuduhan kasus korupsi yang melibatkan Jendral Tito Karnavian selaku pucuk pimpinan tertinggi kepolisian, di Rumah Kebangsaan , Jalan Amir Hamzah No 2, Jakarta Pusat, Kamis, (11/10).

Dalam konferensi persnya, PB SEMMI mengungkapkan ada 7 poin dukungan terhadap polri yang di beri nama sapta muda. Bintang Wahyu Saputra selaku Ketua Umum PB SEMMI mengungkapkan PB SEMMI Sebagai organisasi perjuangan, dalam hal ini kami mengamati kegaduhan politik, hukum dan keamanan di Indonesia karena terjadinya polemik dimasyarakat tentang Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri) yang diduga menerima aliran dana korupsi dari terpidana korupsi Basuki Hariman.

Bintang pun menjelaskan bahwa Basuki Hariman sebagai pelaku kasus korupsi tersebut membantah bahwa Kapolri menerima suap dari nya. Maka dari itu kami membuat poin-poin untuk mendukung Polri.

Dalam hal ini Bintang menegaskan Polri harus menindak tegas terhadap hoax yang terjadi dan mendukung seluruh elemen masyarakat untuk tidak ikut penggiringan opini oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dengan menyebarkan berita hoax yang diduga mempunyai tujuan untuk melakukan pelemahan serta adu domba kepada institusi POLRI dan KPK RI.

Bintang mendukung Ketua KPK RI, Bapak Ir. Agus Rahardjo untuk mengambil sikap negarawan dan objektif dalam menyikapi segala bentuk permasalahan menjelang pemilu 2019, karena bisa menyebabkan kegaduhan Hukum, Keamanan dan Politik di Indonesia.

Bintang pun menghimbau untuk mendukung langkah Polri dan KPK RI untuk meningkatkan sinergisitas dalam menjalankan tugas kenegaraan. Serta, mendukung masyarakat Indonesia untuk tidak mudah percaya oleh berita atau informasi yang belum bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya, karena bisa menyebabkan kerugian kepada diri sendiri dan orang lain. "Mendukung seluruh elemen atau kelompok masyarakat untuk mempercayakan seluruh dugaan atau persepsi negatif kepada lembaga hukum di Indonesia," tegas Bintang.

(FH)

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

* Belum ada berita terpopuler.

Index Berita